Fashion jewellery brands in india

Fashion jewellery brands in india
sudutspacerspacerspacer HUKUM & KRIMINALITAS spacer  
VCD Porno
Meniru Anak Ingusan, Dipecat Dari Kampus

topik-okt07-oke

Bandung, 7 Oktober 2001 00:08
BISIKANLAH kata, "Itenas", kepada pedagang VCD (video compact disk) di emperan pertokoan kota Bandung! Kalau beruntung, dalam sekejap sekeping VCD bisa didapat. Walau tanpa sampul, isinya sungguh istimewa: adegan hubungan intim antar dua sejoli yang berpredikat mahasiswa. ''Kami harus hati-hati menjualnya. Banyak intel,'' kata seorang pedagang VCD di seputar pertokoan Bandung Indah Plaza.
Sikap waspada ini dilakukan setelah Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Bandung mengendus keberadaan VCD "panas" ini, sepekan lalu. Sejak itulah polisi sibuk memburu orang-orang yang berada di balik penggandaan dan pengedarannya. ''Kami akan terus menyelidiki, Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak,'' kata Ajun Komisaris Besar Siswandi, Kasat Serse Polwiltabes Bandung, yang menduga VCD ini hanya beredar di kampus-kampus tertentu.
Sebetulnya, hasil penelusuran GATRA, VCD porno made in Bandung ini sudah beredar sejak sebulan terakhir. Namun masih sebatas di kalangan tertentu saja, terutama di seputar kampus Itenas dan Unpad (Universitas Padjadjaran), tempat kedua "artis" itu menimba ilmu. Untuk mendapatkannya pun tidaklah mudah. Karena hanya sedikit orang yang memilikinya. Biasanya rekaman VCD ini bisa didapat dua hari setelah si pemesan menyerahkan uang Rp 5.000 sebagai uang ganti biaya penggandaan.
Namun dalam dua pekan terakhir, peredarannya sudah meluber ke penjual VCD di emperan toko. Harganya hanya Rp 5.000 saja. Namun setelah kasusnya ramai diberitakan koran, para pedagang tidak berani lagi terang-terangan melepas barangnya. Lewat transaksi bisik-bisik, harga per kepingnya pun melonjak hingga Rp 40.000.
''Kalau beli tiga, kami lepas Rp 30.000 per keping,'' kata pedagang VCD yang enggan disebut jati dirinya, yang mengaku masih punya banyak persediaan. Harga ini tergolong mahal dibanding VCD sejenis. Untuk VCD porno dengan "bintang" bule atau Hongkong, harganya paling banter hanya Rp 5.000 hingga Rp 7.500 saja.
ITENAS Kata sandi transaksi "Itenas" sendiri sebenarnya singkatan dari Institut Teknologi Nasional. Nama perguruan tinggi swasta di Bandung ini turut tercoreng karena seragam bola basket warna kuning ikut nongol. Sang "aktor" mengenakan kostum bertorehkan kata "Itenas" dengan nomor dada 15.
Cerita tanpa skrip ini diawali dengan kemunculan lima sekawan yang sedang bercengkarama di sebuah kamar hotel mewah. Empat laki-laki dan seorang wanita mungil berambut lurus sebahu itu lahap menyantap fast food Kentucky Fried Chicken. Dari pembicaraan mereka, berkali-kali terdengar kalau nama sang perempuan adalah Nanda. Sedangkan pasangannya sering dipanggil Adi atau kadang-kadang Asmet, laki-laki berambut plontos.
Setelah makanan habis, tiga orang berpamintan meninggalkan Nanda dan Adi. Tapi sebelum teman-temannya melangkah ke luar kamar, terdengar ucapan: ''Kita buat seperti Anak Ingusan.'' Yang dimaksud adalah judul VCD porno yang pernah menghebohkan kota Surabaya, Jawa Timur, setahun silam.
Merebaknya adegan esek esek ini langsung menggegerkan kampus. Tentu saja yang paling heboh adalah Itenas, karena namanya jelas-jelas terpampang di dalam VCD. Pihak pimpinan kampus pun tak tinggal diam. Setelah menyaksikan tayangan VCD, mereka langsung menggelar rapat yang dipimpin oleh Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir Slamet D Santoso, MT.
Kepada GATRA, Slamet mengakui kalau kostum basket yang dikenakan Adi adalah betul kaos tim basket Itenas. Identas Adi pun dengan cepat terungkap. Anggota tim inti bolabasket Itenas ini tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknik Sipil angkatan 1999. Atas polahnya itu, peserta rapat tak bisa memaafkan. Akhirnya vonis pun jatuh. ''Kami sudah memecatnya,'' kata Slamet.
ADI Sebelum kena hukuman, Adi sempat mendapat ganjaran dari teman-temannya sesama mahasiswa. Ia diadili di sebuah kelas. Kemudian berakhir pada aksi pemukulan secara beramai-ramai. Slamet mengaku kalau "pengadilan" itu di luar tanggung jawab rektorat. Tapi, Slamet menilai aksi spontan itu wajar-wajar saja. ''Mereka kesal,'' katanya.
Sejak kejadian itu, Adi tak pernah nongol lagi ke kampus. Bahkan surat pemecatannya sendiri hanya bisa dikirim via pos. Untuk menggali cerita dibalik pembuatan VCD film biru itu, Slamet hanya bisa menghubungi tiga rekan Adi yang wajahnya nongol di layar. Menurut penuturan mereka, Adi dan Nanda sebetulnya tak punya niat menyebarluaskan VCD-nya.
Rekaman itu, kata Slamet menirukan pemaparan ketiga saksi, hanya sebatas untuk dokumentasi pribadi kisah kasih Adi dan Nanda. Dari dialog dalam VCD, terucap kalau mereka sudah berpacaran selama 23 bulan. Kalau pun rekamannya jatuh ke tangan orang lain, itu terjadi akibat kecerobohan ketika mentransfer gambar dari handycam ke VCD.
Konon, Adi dan Nanda memanfaatkan jasa sebuah rental CD Writer di Jalan Dipatiukur Bandung. Di luar pengetahuannya, ternyata "koleksi pribadi" mereka digandakan. ''Inilah yang kemudian menyebar,'' kata Slamet.
Cerita ini klop dengan pengakuan Nanda dihadapan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Drs Suganda Priatna, MM., Kamis pekan lalu. Sambil berlinang air mata, mahasiswi angkatan tahun 2000 ini mengakui seluruh perbuatannya. Namun bukan untuk untuk diedarkan, hanya sebatas untuk kepentingan pribadi.
NANDA Nanda sendiri langsung lenyap setelah VCD-nya berceceran. Padahal, sebelumnya ia termasuk mahasiswa yang cukup bergaul. Terakhir ia sempat jadi seksi Tatib pada acara pengenalan mahasiswa baru, bulan Agustus lalu. Kini, perempuan bertinggi badan sekitar 160 centimeter ini bakal mengalami nasib serupa dengan sang pacar: diberhentikan dengan tidak hormat.
Keputusan ini diambil lewat rapat senat fakultas, sehari sebelum pemanggilan Nanda. Hadir 20 dari 28 anggota senat, termasuk enam anggota Komisi Etika pimpinan Nina Samsudin. Setelah menyaksikan cuplikan VCD, Rapat merekomendasikan agar dekan mengirim surat pemecatan kepada rektor.
Sehingga, vonis kepada Nanda tinggal menunggu waktu. ''Dia terbukti melanggar etika selaku mahasiswa Unpad,'' kata Drs Hadi Suprapto Arifin, M.Si, koordinator Humas Unpad. Sudah separah itukah moral mahasiswa?
Hidayat Gunadi dan Sulhan Syafi'i (Bandung)
Baca selengkapnya di Majalah Gatra Nomor 47 Beredar Senin, 8 Oktober 2001

printeremailkomentar Komentar Anda
  spacer
Fashion jewellery brands in india 19
40 Awesome Outfit Ideas For This Winter Winter fashion, Camels and
Fashion jewellery brands in india 60
Discography - Leiber Stoller
Fashion jewellery brands in india 47
What Can You Do With A Fashion Merchandising Degree
Fashion jewellery brands in india 4
Foto Cine Color
Fashion jewellery brands in india 53
Asociacin de Mujeres Najmarabic
Fashion jewellery brands in india 79
Castellammare di Stabia - Wikipedia
Fashion jewellery brands in india 97
Fashion jewellery brands in india 42
Fashion jewellery brands in india 36
Fashion jewellery brands in india 50
Fashion jewellery brands in india 20
Fashion jewellery brands in india 49
Fashion jewellery brands in india 34
Fashion jewellery brands in india 97
Fashion jewellery brands in india 84
Fashion jewellery brands in india 48

Site menu